Jumat, 24 April 2015

Sekilas Ilmu : Proses pembentukkan mutiara



Mutiara terbentuk secara perlahan dan membutuhkan waktu yang lama.

Kerang merangkak di tanah, Tragedi dan ancaman terbesar bagi makhluk kecil ini selain ikan di laut yang selalu memangsa mereka. dan Ketika kerang merangkak mencari perlindungan ke pantai untuk menyelamatkan hidupnya, manusia juga memakannya. sungguh tragis, namun ada satu yang spesial dari kerang yaitu mutiara yang mungkin diciptakan begitu indah dan mempunyai nilai yang tinggi.

Sejarah penemuan Mutiara
Penemuan mutiara mempunyai sebuah cerita yang menarik. Sekitar empat ribu tahun yang lalu, Sekelompok Orang Cina menderita kelaparan. Untuk memuaskan rasa lapar, mereka membuka beberapa kerang untuk dimakan. Di dalam salah satu kerang mereka menemukan sebuah bola kecil bulat dan bersinar. bola bulatan kecil ini yang kemudian disebut mutiara.

Mutiara terbentuk dengan dua cara, yang pertama mutiara yang terbentuk secara alami, dan yang kedua terbentuk secara rekayasa atau istilahnya budidaya mutiara. pembentukan mutiara secara alami diduga karena faktor iritan atau karena masuknya benda padat kedalam mantel kerang sehingga benda padat ini akan terbungkus nacre, nacre adalah zat unik yang dimiliki kerang yang berfungsi sebagai pelindung tubuh, teori lain juga mengatakan mutiara juga terbentuk karena apabila adanya kerusakan pada bagian mantel dan cangkang kerang maka kerang akan menutup dan memperbaiki lubang tersebut dengan menggunakan zat nacre. proses ini sama dengan proses pembentukan tulang pada manusia. nacre ini lah yang disebut dengan Mother of pearls atau ibu dari mutiara.

Akibat adanya partikel pasir atau zat asing yang masuk ke dalam cangkang tiram untuk menenangkan iritasi ini, kerang mulai mendepositokan lapis demi lapis, bahan shell Lapisan ini terdiri, dari kalsium karbonat. Setelah beberapa waktu pembentukan mutiara di dalam shell selesai. Mutiara yang terbentuk bulat, putih dan bersinar. Ini disebut mutiara murni. Namun, mutiara pada dasarnya tidak hanya berwarna putih saja. Warna mereka mungkin saja hitam, putih, rose, biru pucat, kuning, hijau, dan ungu.

Sekilas Ilmu : Terbentuknya Embun Pagi



Anda mungkin sering melihat tetesan air air di rumput, tanaman dan pohon yang bersinar seperti mutiara di pagi hari. tetesan air ini disebut Embun. Cukup sering orang berpikir bahwa tetes embun, seperti air hujan, jatuh dari langit ke bumi pada malam hari tetapi ini tidak benar.

Tetes embun terbentuk karena kondensasi uap air. Udara di sekitar kita mengandung uap air yang kita sebut kelembaban.

Selama malam hari ketika terjadi kontak antar udara dengan beberapa permukaan yang dingin, uap air yang ada di udara menempel pada permukaan yang dingin dalam bentuk tetesan. tetesan kecil air inilah yang disebut tetes embun.
Proses terbentuknya embun pagi
Proses pembentukan embun dapat dilihat dalam percobaan sederhana. Ambil gelas dan letakkan di atas meja. Sekarang taruhlah beberapa es atau air dingin di dalam gelas tersebut. Anda akan melihat bahwa setelah beberapa waktu di permukaan luar dari gelas telah muncul tetesan air kecil. Tetes air ini terbentuk oleh kondensasi uap air yang ada di udara. Persis dengan cara yang sama ketika pohon-pohon, tanaman dan rumput menjadi dingin pada malam hari.
Proses  terbentuknya embun pagi juga dipengaruhi oleh suhu dan kondisi yang cukup tenang kebetulan pada malam hari ini merupakan saat yang paling tepat untuk terbentuk nya embun. udara disekitar kita mengandung uap air, namun udara juga memiliki titik jenuh menampung uap air yang kita kenal titik embun, dimana uap air yang ada di udara kembali menjadi tetesan air dan akan menempel pada permukaan yang memiliki suhu yang cukup dingin.

Sekilas Ilmu : Proses Terjadinya Pelangi


Cahaya matahari adalah cahaya polikromatik (terdiri dari banyak warna).

Warna putih cahaya matahari sebenarnya adalah gabungan dari berbagai cahaya dengan panjang gelombang yang berbeda-beda. Mata manusia sanggup mencerap paling tidak tujuh warna yang dikandung cahaya matahari, yang akan terlihat pada pelangi: merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu.

Panjang gelombang cahaya ini membentuk pita garis-garis paralel, tiap warna bernuansa dengan warna di sebelahnya. Pita ini disebut spektrum. Di dalam spektrum, garis merah selalu berada pada salah satu sisi dan biru serta ungu di sisi lain, dan ini ditentukan oleh perbedaan panjang gelombang.

Pelangi tidak lain adalah busur spektrum besar yang terjadi karena pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Ketika cahaya matahari melewati butiran air, ia membias seperti ketika melalui prisma kaca. Jadi di dalam tetesan air, kita sudah mendapatkan warna yang berbeda memanjang dari satu sisi ke sisi tetesan air lainnya. Beberapa dari cahaya berwarna ini kemudian dipantulkan dari sisi yang jauh pada tetesan air, kembali dan keluar lagi dari tetesan air.

Cahaya keluar kembali dari tetesan air ke arah yang berbeda, tergantung pada panjang gelombangnya. Perbedaan panjang gelombang ini, akan memunculkan warna-warna pada pelangi yang tersusun dengan merah di paling atas dan ungu di paling bawah pelangi.

Pelangi hanya dapat dilihat saat hujan bersamaan dengan matahari bersinar, tapi dari sisi yang berlawanan dengan si pengamat.

Posisi si pengamat harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan matahari dibekalang orang tersebut. Matahari, mata si pengamat dan pusat busur pelangi harus berada dalam satu garis lurus.

Sekilas Ilmu : Bagaimana Terbentunya Bintang ??

o   Ada beberapa pendapat sering jadi rujukan mengenai asal muasal kabut gas ini:

1. Terbentuk ketika alam semesta lahir

2. Unsur yang dilemparkan oleh bintang yang meledak

 
Apapun asalnya, kandungan molekul yang terbanyak adalah karbon dan hidrogen serta debu.

Awal proses pembentukan bintang;seperti biasa, biangnya adalah gravitasi. Baik itu gravitasi yang timbul dalam awan molekul (interaksi antar molekul) sehingga kedua molekul akan saling mengorbit. makin banyak molekul yang terlibat, makin besar gravitasi yang timbul.

o   Gravitasi tak langsung yang berasal dari luar, antara lain disebabkan oleh:

1. Hembusan angin sepoi-sepoi dari bintang yang ada disekitarnya (bow shock)

2. Semburan jet dari black hole yang mendorong kumpulan awan gas yang ada disekelilingnya (sama kayak kalo kita niup asap, pasti ada yang terbangnya muter-muter)

Ketika gravitasi mulai menarik semakin banyak molekul, mereka akan saling kejedot dan bergesekan sehingga menimbulkan panas. Panas tersebut ngomporin elektron dan atom lain untuk semakin bergairah untuk beraksi.

Tahap berikutnya adalah ketika jumlah Hidrogen sudah mencukupi untuk memulai pembakaran dan menyokong teras yang terbentuk akibat bertumpuknya gas di bagian luar bintang. Cahaya (dalam berbagai macam panjang gelombang) mulai dipancarkan ketika kompor nuklir bintang sudah aktif, dan rotasi bintang menyebabkan efek sentrifugal dan meniup materi-materi yang ringan menjauh.

o   Hidrogen adalah bahan bakar utama tiap bintang. Tapi, sebesar  apapun tangkinya, sebanyak apapun simpenan bahan bakarnya, satu saat akan habis. Bintang akan mencari bahan bakar lainnya supaya bisa tetap ngebul saat krisis. Kompor nuklirnya begitu efisien dan kreatif, hingga residu fusi masih bisa digunakan.

Makin cemerlang suatu bintang, makin boros kompornya, makin cepet kena krisis bahan bakar dan makin cepat bangkrut. Helium menghasilkan karbon dan karbon masih bisa diberdayakan dan menghasilkan besi. Proses perubahan dari karbon sampai menjadi besi terjadi dalam waktu kurang lebih 500-600 tahun, tergantung besar dan massa bintang.

Ketika kompor fusi udah brenti ngebul, maka gak ada lagi tenaga buat nahan lapisan teras sehingga lapisan tersebut runtuh ke dalam dengan kecepatan hampir 100.000 km/d akibat gravitasi.

Runtuhan  puing tersebut menimbulkan tekanan mendadak yang sangat besar dan karena inti sudah menjadi logam, puing tersebut mental balik ke arah luar, nyundul bagian terluar sehingga bintang tersebut njebluk yang kita sebut nova.

Menurut teori Chandrasekhar, bintang yang memiliki massa dibawah 1,4 kali massa Matahari akan menjadi lansia yang redup dan kerdil. Sedangkan lebih dari angka tersebut akan berevolusi menjadi pulsar, bintang netron, bahkan black hole. 
Trim's :)