o
Ada beberapa pendapat sering jadi
rujukan mengenai asal muasal kabut gas ini:
1. Terbentuk ketika alam semesta lahir
2. Unsur yang dilemparkan oleh bintang yang meledak
1. Terbentuk ketika alam semesta lahir
2. Unsur yang dilemparkan oleh bintang yang meledak
Apapun asalnya, kandungan molekul yang terbanyak adalah karbon dan hidrogen
serta debu.
Awal
proses pembentukan bintang;seperti biasa, biangnya adalah gravitasi. Baik itu
gravitasi yang timbul dalam awan molekul (interaksi antar molekul) sehingga
kedua molekul akan saling mengorbit. makin banyak molekul yang terlibat, makin
besar gravitasi yang timbul.
o
Gravitasi
tak langsung yang berasal dari luar, antara lain disebabkan oleh:
1. Hembusan angin sepoi-sepoi dari bintang yang ada disekitarnya (bow shock)
2. Semburan jet dari black hole yang mendorong kumpulan awan gas yang ada disekelilingnya (sama kayak kalo kita niup asap, pasti ada yang terbangnya muter-muter)
1. Hembusan angin sepoi-sepoi dari bintang yang ada disekitarnya (bow shock)
2. Semburan jet dari black hole yang mendorong kumpulan awan gas yang ada disekelilingnya (sama kayak kalo kita niup asap, pasti ada yang terbangnya muter-muter)
Ketika gravitasi mulai menarik
semakin banyak molekul, mereka akan saling kejedot dan bergesekan sehingga
menimbulkan panas. Panas tersebut ngomporin elektron dan atom lain untuk
semakin bergairah untuk beraksi.
Tahap
berikutnya adalah ketika jumlah Hidrogen sudah mencukupi untuk memulai
pembakaran dan menyokong teras yang terbentuk akibat bertumpuknya gas di bagian
luar bintang. Cahaya (dalam berbagai macam panjang gelombang) mulai dipancarkan
ketika kompor nuklir bintang sudah aktif, dan rotasi bintang menyebabkan efek
sentrifugal dan meniup materi-materi yang ringan menjauh.
o
Hidrogen
adalah bahan bakar utama tiap bintang. Tapi, sebesar apapun tangkinya, sebanyak apapun simpenan
bahan bakarnya, satu saat akan habis. Bintang akan mencari bahan bakar lainnya
supaya bisa tetap ngebul saat krisis. Kompor nuklirnya begitu efisien dan
kreatif, hingga residu fusi masih bisa digunakan.
Makin
cemerlang suatu bintang, makin boros kompornya, makin cepet kena krisis bahan
bakar dan makin cepat bangkrut. Helium menghasilkan karbon dan karbon masih
bisa diberdayakan dan menghasilkan besi. Proses perubahan dari karbon sampai
menjadi besi terjadi dalam waktu kurang lebih 500-600 tahun, tergantung besar
dan massa bintang.
Ketika kompor fusi udah brenti ngebul, maka gak ada
lagi tenaga buat nahan lapisan teras sehingga lapisan tersebut runtuh ke dalam
dengan kecepatan hampir 100.000 km/d akibat gravitasi.
Runtuhan puing tersebut menimbulkan tekanan mendadak yang sangat besar dan karena inti sudah menjadi logam, puing tersebut mental balik ke arah luar, nyundul bagian terluar sehingga bintang tersebut njebluk yang kita sebut nova.
Runtuhan puing tersebut menimbulkan tekanan mendadak yang sangat besar dan karena inti sudah menjadi logam, puing tersebut mental balik ke arah luar, nyundul bagian terluar sehingga bintang tersebut njebluk yang kita sebut nova.
Menurut teori Chandrasekhar, bintang yang memiliki massa dibawah 1,4 kali massa Matahari akan menjadi lansia yang redup dan kerdil. Sedangkan lebih dari angka tersebut akan berevolusi menjadi pulsar, bintang netron, bahkan black hole.
Trim's :)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar